Tugas 3 - Laporan Manajemen Keuangan Usaha

Nama        : Anggun Febriyanti (AF-33)

NIM           : 43224010067

TM 10


Pendahuluan

Manajemen keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu usaha karena berkaitan dengan perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian sumber daya keuangan secara efektif. Pengelolaan keuangan yang baik memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan dana secara tepat, mengendalikan biaya operasional, serta memastikan kelangsungan usaha dalam jangka panjang. Selain itu, informasi keuangan yang akurat dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis, baik yang berkaitan dengan investasi, pembiayaan, maupun pengembangan usaha.

Dalam menjalankan kegiatan usaha, setiap transaksi keuangan perlu dicatat dan dilaporkan secara sistematis agar kondisi keuangan dapat diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, penerapan manajemen keuangan yang baik menjadi sangat penting untuk membantu perusahaan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Melalui penyusunan laporan ini, akan dilakukan pembahasan mengenai sumber modal, pencatatan keuangan, analisis Break Even Point (BEP), serta pengendalian keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha.


Profil Singkat dan Asumsi Data Operasional Bisnis

Nama Usaha: Febrielle Bites
Bidang Usaha: UMKM bidang kuliner.
Jenis Produk: Makanan ringan (bakery) berupa soft cookies premium yang diproduksi secara homemade dan dipasarkan kepada konsumen dari berbagai kalangan.
Periode Analisis: 1 Juni s.d. 30 Juni 2026 (1 bulan).
Modal Awal Usaha: Rp3.000.000 yang berasal dari modal pribadi pemilik.
Target Penjualan: 500 pcs cookies per bulan.
Harga Jual Rata-rata: Rp20.000 per pcs.
Estimasi Pendapatan: Rp10.000.000 per bulan (500 pcs × Rp20.000).
Estimasi Biaya Produksi: Rp4.000.000 per bulan.

Asumsi data operasional tersebut digunakan sebagai dasar dalam penyusunan pencatatan transaksi, laporan keuangan sederhana, analisis Break Even Point (BEP), serta evaluasi dan pengendalian keuangan usaha selama periode yang ditentukan.


  • Jurnal Transaksi

  • Trial Balance

  • Laporan Laba Rugi

  • Laporan Perubahan Modal

  • Laporan Posisi Keuangan

  • Laporan Arus Kas

Perhitungan BEP

Biaya Variabel per Unit

= Rp4.000.000 ÷ 500 pcs

= Rp8.000 per pcs

Margin Kontribusi per Unit

= Harga Jual − Biaya Variabel per Unit

= Rp20.000 − Rp8.000

= Rp12.000 per pcs

BEP (Unit)

= Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi per Unit

= Rp1.400.000 ÷ Rp12.000

= 116,67 pcs = 117 pcs

BEP (Rupiah)

= BEP Unit × Harga Jual

= 117 × Rp20.000

= Rp2.340.000

Analisis Break Even Point (BEP)

Berdasarkan hasil perhitungan, Febrielle Bites memiliki titik impas (Break Even Point) sebesar 117 pcs cookies atau setara dengan Rp2.340.000 penjualan. Artinya, usaha harus mampu menjual minimal 117 pcs cookies dalam satu bulan agar seluruh biaya tetap dan biaya variabel dapat tertutupi.

Dengan target penjualan sebesar 500 pcs per bulan, jumlah tersebut berada jauh di atas titik impas yang telah dihitung. Hal ini menunjukkan bahwa usaha memiliki peluang yang cukup baik untuk menghasilkan laba. Selisih antara target penjualan dan BEP mencapai 383 pcs, sehingga terdapat margin keamanan (margin of safety) yang cukup besar apabila terjadi penurunan penjualan.

Berdasarkan analisis tersebut, kondisi keuangan usaha dapat dikategorikan cukup sehat karena tingkat penjualan yang direncanakan mampu menutup seluruh biaya operasional dan masih memberikan keuntungan bagi pemilik usaha.


Analisis dan Pengendalian Keuangan (Refleksi)

a. Profitabilitas

Berdasarkan Laporan Laba Rugi, Febrielle Bites memperoleh laba bersih sebesar Rp3.200.000 selama periode Juni 2026. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha mampu menghasilkan keuntungan setelah seluruh beban operasional dibayarkan. Selain itu, target penjualan berada di atas titik impas (BEP) sebesar 117 pcs, sehingga dapat disimpulkan bahwa target laba usaha telah tercapai dan kondisi profitabilitas usaha tergolong baik.

b. Likuiditas

Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan, saldo kas akhir usaha sebesar Rp4.700.000. Sementara itu, utang usaha yang masih harus dibayar hanya sebesar Rp400.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dengan demikian, risiko gagal bayar utang lancar relatif rendah dan likuiditas usaha dapat dikategorikan sehat.

c. Keputusan untuk Periode Selanjutnya

Berdasarkan hasil analisis keuangan, terdapat beberapa keputusan yang dapat diterapkan pada periode berikutnya:

  1. Meningkatkan kegiatan promosi digital melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan volume penjualan produk cookies.

  2. Mengendalikan biaya produksi dan penggunaan bahan baku agar tetap efisien tanpa mengurangi kualitas produk, sehingga margin keuntungan dapat dipertahankan atau ditingkatkan pada periode mendatang.





Komentar